SlideShow


ShoutMix chat widget

Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di sini (Blog Untitled)
0

Empek - Empek




       Hey Guys, Pernah nggak kalian pergi ke kota Wong kito..? alias Bumi Sriwijaya yaitu Palembang...yang pertama kali
menjadi ibukota Indonesia yang bernama kerajaan Sriwijaya... mungkin kita lebih banyak belum pernah kesana .... meski belum pernah kesana mungkin kita nggak asing di telinga kita tentang Empek-Empek..yuupss makanan cemilan asli dari kota Palembang..
       Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.
Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Karena dalam satu liter larutan kuah pempek biasanya terdapat 9-13 ppm fluor. satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar dan mie kuning.

           Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.
Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.
Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Selain itu Sultan Mahmud Badaruddin baru lahir tahun 1767. Juga singkong sebagai bahan baku sagu baru dikenal pada jaman penjajahan Portugis dan baru dibudidayakan secara komersial tahun 1810. Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang.
Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.
Jenis-jenis pempek
Kapal selam :
Pempek paling umum yang dikenal masyarakat. Berisi telur utuh, berbentuk seperti kapal selam, disajikan dengan kuah cuko.

Lenjer :
Berbentuk silinder panjang, rasanya kurang lebih sama dengan kapal selam tetapi tidak berisi telur di dalamnya. Juga dihidangkan dengan kuah cuko.

Model :
Pempek berisi tahu, yang disajikan dengan kuah yang sama dengan kuah tekwan tetapi bisa juga disantap dengan kuah cuko.

Lenggang :
Pempek yang dicampur dengan telur yang telah ditaburi sedikit lada dan garam, kemudian dipanggang disajikan dengan kuah cuko.

Telor kecil :
Pempek kapal selam dalam versi mini dan disajikan dengan kuah cuko.

Lenjer kecil :
Pempek lenjer dalam versi mini dan disajikan dengan kuah cuko.

Adaan :
Pempek yang bentuknya bulat berwarna kecoklatan dibuat dengan campuran santan dan bawang goreng di dalamnya. Disajikan dengan kuah cuko

Keriting:
Pempek berbentuk seperti kerupuk keriting. Menciptakan sensasi tersendiri di dalam mulut Anda. Disajikan dengan kuah cuko dan biasanya disantap tanpa digoreng terlebih dahulu.

Pistel :
Pempek yang berisi pepaya muda yang telah ditumis. Disajikan dengan kuah cuko dan biasanya disantap tanpa digoreng terlebih dahulu.

Kulit:
Pempek berbentuk seperti piring terbang (bulat dan pipih). Dibuat dari kulit ikan yang telah dibersihkan dan digiling. Disajikan dengan kuah cuko

Pempek Tahu:
Pempek berbentuk segitiga terbuat dari tahu dan adonan pempek Adaan yang ditempel di badan tahu. Disajikan dengan kuah cuko.
Pempek Panggang :
Pempek yang dibuat melalui proses pemanggangan (bakar) dan bagian tengah pempek di isi dengan ebi.

Pempek Cekotan :
Pempek yang dibuat dari resep dasar pempek, disajikan dengan kuah cuko dan irisan ketimun.

Pempek Tunu :
Dibuat dari bahan dasar pempek dan soda kue, kemudian dipanggang diatas bara api sampai kecoklatan dan disajikan bersama sambal cabai rawit, kecap, dan taburan bubuk ebi. 


Hmmm....yummi.. nikmatnya empek-empek....

0 komentar: